Ada apa dengan Film The Messiah ?


______________________________

______________________________



.

.

.

Film The Messiah

.

Film drama penyaliban Yesus

versi AlQuran.

.

Dalam Film tersebut bukan Yesus yang disalib

tetapi digantikan dengan orang lain !

.

.

Sutradara : Nader Talebzadeh dari Iran.

.

.

.

Film tersebut memang nyata sesuai dengan isi dari AlQuran surat

4 AN NISAA 156 & 157

.



Dalam film tersebut alur cerita dari adegan penyaliban mencerminkan isi dari pikiran orang-orang yang kafir terhadap Isa (gambaran Yesus) di sekitar wilayah AlQuran diturunkan di zaman itu.

.
Sebab berdasarkan kenyataan kalau pembaca AlQuran berpendapat nabi Isa sama dengan Yesus Kristus di Injil, maka jelas arti dari bunyi ayat di surat 4 AN NISAA 156 &157 !

.
Q.4 ayat 156 menegaskan bahwa meraka adalah kafir terhadap Isa / Yesus Kristus.

Q.4 ayat 157, menjabarkan bahwa orang-orang di zaman itu ada yang yakin terhadap peristiwa penyaliban Yesus Kristus yang terjadi 600 tahun sebelum AlQuran diturunkan, ada pula mereka yang tidak yakin karena mengikuti prasangka belaka.

Bagi mereka yang tidak yakin berpendapat bahwa: orang yang disalib yaitu orang yang di serupa kan dengan Isa / Yesus Kristus "bagi mereka".

Jadi ayat (Q.4:157) tersebut menyatakan bahwa kalimat " di serupa kan dengan Isa " / Yesus Kristus yaitu bersumber dari pendapat ucapan mereka yang kafir terhadap Isa / Yesus Kristus, sehingga ceritanya juga versi mereka saja, sebab sudah jelas mereka kafir seperti di ayat tersebut (Q.4:156).

Oleh karena itu perlu diperhatikan di ayat 4:157, jelas "karena ucapan mereka", jadi cerita tersebut disampaikan Jibril dengan tegas isinya "Bagi mereka", bukan bagi Allah Yang Maha Tahu !

.

Ket, isi dari Quran surat 4 ayat 156 dan 157.

Q.4:156 : Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (Zina),

.

Q.4:157 : dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang di bunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.

.

Ayat-ayat tersebut jelas waktu diturunkan, dimana peristiwa penyaliban sudah berlalu 600 tahun yang silam.

Jadi mereka orang-orang yang diceriterakan diayat tersebut hanya sebagai pendengar yang tidak percaya tentang kisah penyaliban masa lalu..

Oleh karena itu Film The Messiah dengan nyata menceritakan tentang penyaliban Yesus Kristus dari sudut pandang orang-orang kafir terhadap Isa sesuai dengan penjelasan di Q.4 : 156 & 157.

.
Sebab sangat jelas bahwa orang-orang kafir tidak akan percaya bahwa Injil adalah Firman Allah, dimana Injil dan AlQuran bagi orang Mumin diyakini adalah Firman / wahyu Allah, jadi jelas mereka orang-orang kafir yang diceritakan di Q.4 : 156 & 157 sudah pasti menyimpang juga dari AlQuran.

Karena tidak satupun ayat AlQuran yang menyatakan dengan tegas bahwa Allah mengangkat Isa untuk dihindari dari penyaliban, apalagi digantikan dengan orang lain !

Oleh karena itu pendapat tersebut jelas dikarang-karang oleh mereka yang kafir terhadap Isa (gambaran Yesus) !

Jadi jelas sejak di zaman itu saja keadaan mereka yang kafir terhadap Isa /Yesus Kristus, bahwa mereka sudah tidak mau menggunakan akalnya untuk mencari tahu dengan membaca Injil, sehingga pikiran dan ucapan mereka yang kafir terhadap Yesus / Isa selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (Yang Maha Tahu terhadap pristiwa penyaliban 600 tahun sebelum ada AlQuran).

Yang perlu di perhatikan bahwa isi ayat tersebut (Q.4:156-157) diterima pertama oleh Rasul Muhammad, maka jelas bertujuan "memberikan peringatan" kepada Rasul Muhammad dan seluruh pengikutnya supaya jangan tertipu oleh "karena ucapan mereka" yang kafir terhadap Isa / nabi pembawa Injil / Yesus Kristus !

.
Ket:

Jadi jelas begitu pentingnya "akal" digunakan, seperti sudah "diisaratkan" di Q.72:4, hal ini tidak lain sejak di zaman itu supaya orang mencari Injil untuk dibaca (Q.5:68) agar mengerti akan duduk persoalannya mengapa Yesus harus disalib dan mengapa Yesus disebut Tuhan bagi orang-orang yang percaya , serta supaya orang tahu bahwa "Dia" Yesus Kristus bukan diperanakan dari manusia /tanpa bapak duniawi dan "Dia" saat hidup tidak mempunyai anak, karena tidak ber isteri, tersamar di Q.72:3.


Jadi kalau kita setelah membaca ayat Q.4:156-157, kemudian kita menyimpulkan bahwa Yesus tidak disalib, berarti kita telah menyamakan sosok Isa dalam Al Quran dengan Yesus Kristus di dalam Injil.

Hal itu suatu kekeliruan besar, karena sosok Isa dalam Al Quran hanya menggambarkan Yesus Kristus dari sudut pandang sosok manusia biasa saja bukan dari sudut pandang kodrat ke-Illahian pada diri Yesus Kristus.

Oleh karena itu sosok Isa dalam Al Quran ditegaskan dengan jelas memakai sebutan: "Isa putra Maryam" , hal itu supaya pembaca mencari tahu siapa BapakNya dan siapa "Dia" sesungguhnya ?

.
Jadi sosok Isa dalam Al Quran secara hakiki tidak bisa disamakan dengan Yesus Kristus di Injil.


Akan tetapi apabila kita tetap berkeras menyamakan Isa dengan Yesus Kristus, maka cobalah kita baca Q.4:156 dimana tertulis suku kata dengan nama "Isa" di dalam ayat tersebut diganti dengan nama Yesus Kristus, maka akan lebih jelas lagi arti dari mana sumber perkataan yang ada di ayat 157.

.
Yang paling utama harus kita mengerti makna yang ada di ayat 156 yaitu: bahwa orang kafir di ayat tersebut jelas yang menuduh Maryam berzina !

Dimana kita tahu bahwa semua orang Mu'min dan apalagi orang Nasrani pasti tidak menuduh seperti mereka yang kafir terhadap Isa.

Jadi makna ayat tersebut untuk menekankan bahwa pembaca Al Quran orang Mu'min (berpikiran "netral") dan orang Nasrani tidak'lah kafir seperti mereka sejak dizaman itu bahkan sampai pada hari ini !

.
Oleh karena itu penjelasan di ayat 156 supaya kita tanggap terhadap isi dari ayat selanjutnya 157, agar semua orang di dunia sampai dengan hari ini selalu waspada akan "ucapan mereka yang kafir!"


Coba kita baca Q.4:156-157 dengan memakai nama Yesus Kristus (mohon maaf kepada semua kalangan, karena hanya saat ini saja nama "Isa" disarankan diganti untuk dibaca dan dikaji).


Yaitu: Q.4:156, karena kekafiran mereka "terhadap Yesus Kristus".

Q.4:157, karena ucapan mereka (yang kafir terhadap Yesus Kristus !)

Q.4:157, maka jelas ucapan tersebut hanya "bagi mereka yang kafir terhadap Yesus Kristus" (orang-orang yang dengki terhadap Yesus di zaman itu / punya penyakit dalam hatinya).

.
Jadi apakah kita mau percaya dengan ucapan mereka yang memang sudah kafir terhadap Yesus Kristus di zaman itu ?

Walaupun sebagian orang berpendapat Film The Messiah mengacu pada Injil Barnabas, maka jelas berarti Injil Barnabas dikarang oleh orang yang kafir terhadap Yesus Kristus, sesuai dengan penegasan di Q.4:156-157.
.
Itulah gunanya kita mengkaji ayat-ayat Al Quran, supaya kita jangan tersesat akibat menelan mentah-mentah ayat yang bermaksud menjabarkan akan tipu daya orang-orang yang kafir terhadap Yesus Kristus di zaman itu.

Dimana orang-orang yang kafir tersebut memang sudah ada dan disebut kaum yang membangkang terhadap "berita gembira" (berita keselamatan di dalam Injil), yang berarti mereka sudah mendengar berita tersebut sebelum Al Quran diturunkan di zaman itu, tertulis dengan tersamar di Q.19:97.


Jadi Sutradara bernama Nader Talebzadeh seorang Muslim Iran yang membuat skenario dari Film tersebut tidak dapat di anggap salah oleh orang Nasrani pada umumnya, karena isi cerita berdasarkan dari Al Quran 4 : 156 & 157 dan bukan berdasarkan dari Injil Kristus yang terlebih dahulu telah ada.

Sebab kalau orang-orang Nasrani memahami Injilnya yaitu Matius 28:11-15, maka akan tahu bahwa Film tersebut adalah gambaran yang menceritakan keadaan / situasi yang ada didalam benak pikiran orang-orang yang tidak yakin tentang peristiwa penyaliban Yesus, situasi tersebut terjadi akibat efek dari "Dusta Mahkamah Agama" di zaman Yesus Kristus, dimana setelah lebih dari 600 tahun kemudian dampak dari efek "Dusta" tersebut sudah terjadi dan semakin meluas.

Keadaan dari efek tersebut terbukti sebagai fakta nyata, karena awalnya saja sudah didasari bahwa mereka kafir terhadap Yesus sehingga mereka tidak mau mengakui Yesus disalib.

Oleh karena hal tersebut begitu penting supaya dimengerti oleh semua orang-orang di zaman itu di sekitar wilayah AlQuran diturunkan, maka hal itu diperjelas lagi dengan diturunkannya AlQuran , yaitu tertulis Q4:156-157, dengan tujuan memberi peringatan bahwa hanya orang kafirlah yang mengucapkan seperti yang tertulis di ayat tersebut .

Hal ini yang tidak di pahami oleh hampir semua orang Mumin apalagi orang Nasrani yang tidak membaca AlQuran, karena memang bukan Kitabnya.

.

.
Jadi Film tersebut justru sebagai pembuktian sekaligus memperjelas isi dari kisah yang ada di Injil Matius 28:11-15 bahwa: EFEK DARI DUSTA MAHKAMAH AGAMA mengakibatkan bertambahnya kekafiran, sehingga orang-orang yang terpengaruh oleh "ucapan orang kafir" berpandangan Yesus Kristus tidak disalib, tetapi seseorang yang menyerupai Yesus bagi mereka !


Oleh karena itu melalui "Film The Messiah" adalah suatu bukti misteri tentang kebenaran dari sebuah prediksi / ramalan masa lalu yang memang sudah tertulis di Injil Matius 28:15, yang sekarang ini sedang terjadi, yaitu bermakna: berita bohong akibat ucapan yang keluar dari mulut orang kafir tetap tersiar dan meluas sampai saat ini !

.

Injil Matius 28:15 yaitu : Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.


Jadi pengaruh dari hadirnya film "The Messiah" :

Apabila semua orang yang telah menyaksikan kemudian mereka percaya akan kebenaran film tersebut, sehingga membuat mereka menolak kebenaran kisah tentang penyaliban Yesus Kristus. Maka tanpa sadar telah membuat mereka menjadi bagian dari "para pelaku pembantahan", seperti yang sudah ditegaskan dan tertulis di AlQuran surat 19 : 33-34.


KET, isi dari Quran surat 19 ayat 33 dan 34.

Q.19:33 : Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Q.19:34 : Itulah Isa Putra Maryam, Yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya.



Coba kita pikirkan penjelasan dibawah ini:


Semua Nabi dan kita semua manusia setelah mati akan dibangkitkan kembali pada hari pengadilan nanti.


- Kalau sosok nabi Isa seperti kita manusia biasa, mengapa perkataannya yang layaknya hanya seperti manusia biasa saja harus dibantah ? (Q.19:33)


- Jadi dimana letak kebenarannya atau kesalahannya dari perkataan Isa yang isinya hanya se-sederhana itu sampai harus dibantah-bantah ?

.
- Mengapa ALLAH melalui malaikat jibril mewahyukan isi dari bunyi Q.19:33-34 seperti itu ?

.

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa di zaman itu orang-orang di sekitar jazirah Arab sudah pasti pernah mendengar kisah tentang Yesus Kristus di Injil, oleh karena itu AlQuran surat 19:33-34 bertujuan untuk menjelaskan lagi secara samar tentang gambaran sosok seorang nabi dengan nama Isa yang tertulis di AlQuran waktu hidup di dunia (600 tahun sebelum ada AlQuran) dengan nama aslinya Yesus, memang kebenarannya Dia telah mati dan bangkit kembali, seperti apa yang sudah ada tertulis di Injil Kristus.

Kesimpulan tersebut sekarang ini semakin nyata, karena berdasarkan dari pendapat orang-orang yang hanya membaca AlQuran dan tidak mau membaca Injil Kristus, mereka mengatakan Yesus yang ada di Injil tidak pernah disalib, maka dengan demikian orang-orang tersebut tanpa pernah tahu tentang Yesus, tetapi telah menyamakan sosok nabi Isa di AlQuran sama dengan sosok Yesus yang tertulis di Injil Kristus.

.

Ket:

Ketidak tahuan itulah akibat dari hampir semua orang Mumin tidak mau membaca Injil Kristus.

Ironisnya sejak awal AlQuran diturunkan di zaman itu, tidak ada satu ayatpun yang melarang umat Mumin membaca Injil dan tidak ada satu ayatpun yang menyatakan bahwa Injil di zaman itu sudah palsu, oleh karena kenyataan tersebut ada di AlQuran maka semua orang dianjurkan secara tersamar harus membaca Injil, tertulis di Q.5:68.

(Jadi, siapa yang pertama mengatakan Injil sekarang palsu dengan tanpa adanya bukti yang sah ?)


Akibatnya setiap orang yang hanya membaca AlQuran tanpa dianalisa terlebih dahulu, maka orang tersebut mudah terpengaruh "karena ucapan mereka" yang kafir terhadap Isa (dijelaskan di awal kalimat Q.4:156-157), hal itu bisa dibuktikan, bahwa hampir semua orang yang hanya membaca AlQuran dengan pasti mengatakan juga Yesus Kristus tidak pernah disalib.

Hal itu yang menjadi dilema dari generasi kegenerasi, sehingga episode penyaliban selalu menjadi momok pembantahan.

Keadaan tersebut tidak mengherankan, sebab sejak zaman dahulu saja AlQuran sudah menerangkan kepada para pembaca di Q.19:33-34, yaitu: bahwa dari sumber berita yang benar saja sudah dibantah mereka yang kafir, apalagi sekarang ini peristiwa penyaliban sudah ribuan tahun yang silam.


Jadi kesimpulan dari ayat-ayat tersebut:

- Q.4:156-157 diturunkan untuk menjelaskan kebohongan yang keluar dari mulut orang kafir.

- Q.19:33-34 diturunkan untuk menegaskan ucapan yang benar keluar dari mulut yang bersangkutan yaitu Isa sendiri.

.

Dengan demikian ayat-ayat tersebut diturunkan merupakan tawaran kepada pembaca AlQuran dalam bentuk petunjuk yang harus dipilih tanpa paksaan, dimana pilihan tersebut sangat jelas yaitu: antara kebohongan dan kebenaran !

Itulah bukti bahwa AlQuran bersifat universal / umum, yaitu untuk siapa saja yang masih meragukan akan kebenaran yang ada di Injil, sehingga bagi pembacanya harus memilih dengan akalnya !

Oleh sebab itu sudah ditegaskan di Q.36:69, yaitu : ..... AlQuran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
.
Dengan demikian segala petunjuk harus dipelajari terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk dijadikan sebagai pedoman !

Ironisnya kenyataan dari pilihan tersebut pada umumnya tidak disadari, bahkan tidak bisa diterima sebagai petunjuk oleh hampir semua pembaca AlQuran.

Sehingga menimbulkan sebuah dilema yang terjadi turun temurun hingga saat ini, yaitu dimana kenyataannya sejarah yang telah terjadi dan kenyataan sekarang dari pendapat para pembaca Al Quran sampai saat ini tetap menolak bahwa Yesus Kristus tidak disalibkan !

Hal itu disebabkan semua pembaca Al Quran lebih mudah percaya akan perkataan / pengakuan dari mereka keturunan Yahudi, memang sejarah membuktikan bahwa bukan orang Yahudi yang menyalibkan Yesus Kristus orang-orang Yahudi disaat itu (zaman Yesus) sebagai provokator, akan tetapi yang melakukannya dari mulai penangkapan Yesus, penyiksaan sampai eksekusi di kayu salib semua dilakukan oleh para prajurit Romawi.


Oleh karena itu kalau orang-orang keturunan Yahudi di dalam Al Quran berkata: " Kami tidak menyalibkan Yesus Kristus", hal itu memang benar jika dilihat dalam kisah Yesus di Injil, akan tetapi bisa disimpulkan mereka keturunan Yahudi yang tetap "kafir terhadap Yesus" (di zaman awal Al Quran) terkesan hendak "cuci tangan" terhadap peristiwa penyaliban Yesus Kristus di zaman nenek moyang mereka yaitu beberapa ratus tahun sebelum ada Al Quran.

Jadi keadaan sekarang bisa disimpulkan bahwa semua orang Mu'min lebih percaya perkataan Yahudi yang hendak "cuci tangan" dari pada kebenaran sejarah yang membuktikan akhirnya Yesus Kristus tersalibkan juga yang dilakukan oleh para prajurit Romawi.


Oleh karena itu kalau orang menyangkal bahwa Yesus Kristus disalib !, apakah mereka tidak sadar akan tipu daya dari mereka yang kafir terhadap Yesus sejak zaman itu ?

Itulah sebabnya semua orang Mumin dari generasi kegenerasi bahkan sampai saat ini harus "mengaji", yaitu meng-kaji AlQuran dengan membaca sambil diteliti untuk mendapatkan suatu kesimpulan dari hasil kaji-an tersebut.

Oleh karena itu janganlah kita main-main atau meremehkan Kitab Suci yang ada dimuka bumi ini !

.



Ringkasan / kesimpulan tentang kisah penyaliban di Al Quran.


Jadi sungguh jelas isi Al Quran surat 4 ayat 157 dan 156, dalam ayat tersebut hanya ada dua kubu yaitu yang percaya dan yang kafir, sedangkan pembaca (kaum Mu’min) diluar kubu tersebut sehingga jelas pada posisi netral !

"karena ucapan mereka", jadi mereka dalam ayat tersebut hanya orang-orang Yahudi yang berselisih paham yaitu antara keturunan Yahudi yang percaya dengan Yahudi juga yang tidak percaya / disebut kafir.

Oleh karena itu tergantung pembaca Al Quran untuk memilih salah satu dari ucapan mereka ! Apakah mau ikut ucapan mereka Yahudi yang percaya penyaliban 600 tahun sebelum ada Al Quran  (mereka Yahudi yang percaya penyaliban berkata : "sesungguhnya kami telah membunuh"), atau mau ikut ucapan mereka Yahudi yang tidak percaya (mereka Yahudi yang tidak percaya / kafir terhadap penyaliban masa lalu berkata: "diserupai”).

Dengan demikian terserah pembaca yang menyimak ayat tersebut, sebab dari awalnya sebelum Al Quran diturunkan bahwa yang meributkan tentang peristiwa penyaliban adalah mereka orang-orang keturunan Yahudi saja, jadi untuk apa kita ikut-ikutan mereka!

Kalau kita ikut mengatakan: "tidak disalib" artinya kita ikut dukung Yahudi yang kafir, dan kalau kita mengatakan: "disalib" berarti kita mendukung keturunan saksi hidup  Yahudi yang berasal dari daerah nazaret (tempat awal masa kehidupan Yesus Kristus) yaitu orang-orang yang disebut Nasrani dizaman itu atau sekarang disebut kaum Kristen apapun kelompoknya.

Jadi mulai dizaman itu (600 tahun setelah zaman/era Yesus Kristus) kitab Al Quran merupakan kitab yang hak dari Allah untuk diberikan hak kebebasan kepada umat manusia yang berserah diri kepada Allah (orang Mu’min) yaitu orang-orang yang berpikiran “netral” / tidak berpihak kepada  Yahudi kafir  ataupun kaum Nasrani, untuk memilih mana yang benar diantara keduanya ?

Oleh karena itu sampai dengan hari ini apapun hasil pilihan pribadi para
pembaca Al Quran  akan "sempurna" karena tanpa paksaan !

Jadi kitab Al Quran adalah kitab yang “sempurna” dalam hal untuk memilih:
Apakah mau mendukung  kubu yang percaya  ataukah mau mendukung  kubu yang  menyangkal, tentang peristiwa penyaliban dimasa lalu ?

Ingat sekarang terserah anda setelah membaca Al Quran mau mengikuti yang mana?


.


Jadi masalah "Penyaliban" seharusnya tidak perlu diperdebatkan, kalau semua orang mengerti tentang hal itu dari sudut pandang Kitab yang bersangkutan.

.
Dimana kita sudah sering dengar dan mengerti, bahwa: Allah Maha Tahu, jadi dengan pasti "Allah lebih Tahu" dari pada orang-orang kafir tentang peristiwa penyaliban Yesus Kristus 600 tahun sebelum AlQuran ada.

Oleh karena itu kalimat "Allah Maha Tahu" sering dijumpai dalam AlQuran, kalimat itu supaya kita sadar jangan melampaui batas, agar kita jangan menyimpang dari kenyataan sejarah !

Jadi dasar yang harus kita pahami tentang gosip "penyaliban" :

Injil adalah Kitab yang berisi kisah tentang kehidupan Yesus Kristus, sampai Dia disalib, yang ditulis oleh orang-orang yang melihat yaitu saksi hidup dalam dekade zaman itu.

AlQuran adalah Kitab yang berisi cerita tentang situasi keyakinan orang-orang di sekitar wilayah AlQuran diturunkan yang telah mendengar "peristiwa penyaliban", dimana peristiwa penyaliban telah terjadi 600 tahun sebelum AlQuran ada.


Kesimpulan dari kehadiran Kitab AlQuran sesudah Injil :

Kitab Injil mengisahkan peristiwa penyaliban Yesus Kristus, sedangkan Kitab AlQuran di zaman itu secara ter samar membenarkan tentang peristiwa penyaliban Yesus Kristus 600 tahun yang lalu, hanya saja dengan cara menjelaskan situasi dimana orang-orang saat itu yang hanya mendengar masih banyak yang tidak yakin akan peristiwa penyaliban dimasa lalu, sehingga AlQuran menekankan dengan tegas bahwa mereka yang tidak yakin itu disebut kafir terhadap Yesus atau Isa (kalau memang di akui Isa sama dengan Yesus), yaitu di Q.4:156-157.

.

Jadi kalau orang sudah memahami dengan benar kedua Kitab tersebut, maka orang tersebut dengan pasti :

Tidak akan mungkin mengatakan Isa disalib, dan tidak akan mungkin mengatakan Yesus Kristus tidak disalib ! .

Oleh karena itu jika tidak memahami dengan benar masalah sudut pandang tentang Penyaliban dalam Kitab Injil dan AlQuran, jangan berkomentar terhadap Film tersebut !


..

Kesimpulan dari Film The Messiah :

Oleh karena film tersebut berdasarkan

Q.4:156-157.

Apabila film tersebut dilihat orang awam sehingga

menimbulkan bertambah banyaknya kekafiran,

hal tersebut tidak mengherankan.

Sebab memang tentang hal itu sudah diprediksikan dalam AlQuran sejak zaman dahulu,

yang tertulis di Q.5:68 pada kalimat terakhir.

.

Jadi Film The Messiah

tanpa sadar maupun disadari,

terhadap orang awam bisa merupakan

sarana propaganda terselubung tentang

"ucapan orang yang kafir" terhadap Yesus Kristus

di era moderen sekarang ini.

.

Dengan demikian tanggung jawab moral ada pada para penyelenggara yang membuat film tersebut, dan pelaksana hingga beredar ke seluruh dunia.

.


.Kalau anda sudah memahami penjelasan singkat diatas, maka tidak akan heran bahwa Film tersebut mendapat penghargaan di Roma !

.

.





.

PERHATIAN !

.

Mohon maaf .

..

Bagi yang menyaksikan Film tersebut

Siapapun juga orangnya

Apapun juga Agamanya.

Kalau tidak memahami uraian di atas,

maka tanpa sadar orang tersebut bisa terjerumus

menjadi "provokator", yaitu

salah satu bagian dari agen-agen iblis

" anti perdamaian dunia !"

.

.

.


..

Kalau anda mau mengerti lebih dalam lagi,

silahkan kunjungi alamat dibawah ini :

.





.


..

.

.

.

.


Tulisan ini bukan untuk diperdebatkan !

.

Tulisan ini hasil penelitian

berdasarkan realita yang ada

dalam kitab Injil dan AlQuran.

.

.

.Semua terserah Anda.

.

Imanmu menyelamatkan mu !

.

.

.

.

Damai di Bumi,

.

Damai di Sorga,

.

Ribut di Neraka.

.

.

.

.

.

Penulis.

Pengamat perilaku manusia terhadap pengaruh Kitab yang di yakini nya masing-masing.

.

.

.